Suara Sumatera - Permadi Arya atau Abu Janda mencolek Presiden Jokowi dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut soal penolakan ibadah jemaat di Tanjung Morawa, Sumatera Utara.
Dalam postingan di akun instagram @permadiaktivis2, terlihat sejumlah jemaat terpaksa mengalah pindah beribadah ke kantor Pemda Deli Serdang, lantaran adanya penolakan dari warga.
"Sampai kapan jemaat Tamora ini akan dibawa ke mana lagi gitu koh? Kita gak mau koh, kita hanya mau beribadah di sini," kata wanita dalam video yang diunggah Abu Janda.
"Kita cuma mau berdoa kepada tuhan kita koh. Kita gak minta apa-apa. Kita warga negara Indonesia punya hak yang sama," sambungnya.
Jemaat pria yang lain lalu menenangkan dan mengikuti arahan pemerintah untuk pindah beribadah. Demi kondusifitas, jemaat akhirnya mengalah.
Dalam narasinya, Abu Janda menyebutkan kondisi toleransi yang terjadi di Tanjung Morawa.
"Begini lah potret toleransi di negeri kita yang mana para pemangku jabatan negeri ini pak @jokowi pak menag @gusyaqut tutup mata," tulis Abu Janda.
Padahal, kata Abu Janda, jemaat melakukan ibadah sudah seusai aturan SKB 2 menteri Bab 1 pasal 3: umat kristen ibadah berdoa di rumah/ruko tidak perlu izin (yang perlu izin itu mendirikan gereja).
"Semoga @pemkab.deliserdang bisa kembalikan hak ibadah jemaat GMS, jangan kalah oleh intoleransi warga," cetusnya.
Dirinya juga menjelaskan penolakan ibadah jemaat GMS Tanjung Morawa terjadi pada Minggu 20 agustus 2023. Postingan Abu Janda menuai perhatian warganet yang memberikan tanggapan di kolom komentar.